Sambut Reakreditasi, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Gelar Workshop Kurikulum

Menyambut rekareditasinya di tahun 2020, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unkhair kembali menggelar workshop kurikulum  berorientasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) guna meningkatkan daya saing di era revolusi industri 4.0 dengan menghadirkan 2 pemateri yakni Dr. Sutaryo, M.Ed Tesol, M.Ed  dan Dr. Joko Suratno, M.Pd.Si dari LP3M Unkhair

Kegiatan yang dihadiri Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Hasan Hamid, M.Si, para koordinator prodi serta perwakilan dosen tersebut dibuka Dekan FKIP Unkhair, Dr. A.R. Tolangara, M.Si.

Menurut dekan penerapan kurikulum berbasis KKNI di FKIP Unkhair saat ini, baru diterapkan di lima prodi yakni Prodi Pendidikan Biologi, Prodi Pendidikan Fisika, Prodi Pendidikan Kimia, Prodi Pendidikan Matematika serta Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Sementara lima prodi lainya yang belum menerapkan kurikulum berbasis KKNI adalah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Prodi Pendidikan Geografi, Prodi PKn, Prodi PGSD serta Prodi PAUD. Oleh karena itu dirinya mendesak kepada 5 prodi yang belum menerapkan kurikulum beroreintaasi KKNI agar secepatnya diterapkan.

“Saya sudah dapat laporannya tapi hasil kurikulumnya seperti apa belum pernah saya lihat, kalau memang sudah ada bukti fisiknya maka segera lapor ke saya kemudian kita rapat untuk ditetapkan dalam sebuah SK dekan untuk diberlakukan” ujar dekan, Kamis (26/12/2019)

Dekan juga merasa terkesan dan mendukung prodi pendidikan bahasa inggris yang melaksanakan workshop terkait kurikulum berbasis KKNI ini. Untuk itu dirinya berharap agar saat reakreditasi nanti di tahun 2020 kurikulum prodi pendidikan bahasa inggris sudah lebih baik.

Dalam kesempatan itu, dekan meminta kepada seluruh prodi yang akan melaksanakan reakreditasi  agar sebelum dokumen borangnya  diunggah ke SAPTO harus berkoordinasi dengan LP3M Unkhair untuk direview kembali. Sebab menurut dekan, mulai tahun ini 9 kriteria borang tersebut akan diperiksa oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Kependidikan, selain itu anggaran yang dikeluarkan dalam reakreditasi juga terbilang besar. (chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *