Kuliah Tamu Prodi Pendidikan Biologi : Menggalakkan Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Saat ini jumlah peneliti di Indonesia khususnya di perguruan tinggi yang mempublikasikan hasil penelitiannya masih kurang. Dengan adanya panduan Simlitabmas edisi 12 tahun 2018 yang mengharuskan bagi mahasiswa S2 dan S3 untuk melakukan publikasi ilmiah pada jurnal internasional sebagai prasyarat “tiket” masuk untuk mengajukan proposal diharapkan mampu menambah jumlah jumlah publikasi karya ilmiah.

Namun demikian, pada kenyataanya banyak mahasiswa S2 dan S3 yang merasa sulit untuk mempublikasikan artikelnya ke jurnal internasional, sehingga meskipun banyak yang mengajukan proposal tetapi “tiket” masuk (publikasi ilmiah) yang belum memenuhi syarat mengakibatkan tidak bisa dilakukan review pada tahap selanjutnya. Demikian dikatakan Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd ketika memberikan materi kuliah tamu di Prodi pendidikan Biologi FKIP Unkhair pada Senin, (26/11) tentang Menggalakkan Penelitian dan Publikasi Ilmiah.

Menurutnya pada beberapa tahun sebelumnya, kegiatan penelitian hanya selalu berkahir pada laporan penelitian dan itu belumlah cukup karena sangat sedikit kalangan yang membacanya apabila laporan penelitian tersebut tidak dipublikasian.

“Kita seolah yakin bahwa pengetahuan teoritik berupa pelatihan-pelatihan akan membuat seseorang langsung senang dan terampil menulis untuk kepentingan publikasi ilmiah, namun demikian tidaklah sesederhana itu karena banyak yang telahir tidak suka menulis” ujarnya.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya membelajarkan tenaga akademis maupun peneliti untuk menulis artikel ilmiah pada hasil penelitian dalam rangka memperbanyak publikasi ilmiah harus dilakukan terus menerus, sehingga apabila sudah terbiasa maka yang sebelumnya dirasa tidak menyenangkan menjadi lebih menyenangkan.

Selain itu, pembelajaran penulisan artikel ilmiah untuk kepentingan publikasi ilmiah seyogyanya dilakukan tidak langsung untuk menjangkau target capaian yang tinggi. “Harus melangkah sedikit demi sedikit” kata guru besar genetika Universitas Negeri Malang (UM) tersebut.

Dirinya menegaskan, ada satu dalil yang tidak bisa dikesampingkan secara metodologis yaitu tidak ada publikasi ilmiah yang baik kalau tidak ada penelitian yang baik. Setiap publikasi ilmiah dalam bentuk makalah, jurnal maupun seminar atau sejenisnya pada dasarnya adalah kegiatan lanjutan yang tidak terpisahkan dari kegiatan penelitian.

Ide utama aritikel katanya, yang akan ditulis harus jelas. ”Jadi hendaklah berikan judul yang menarik, penting dan layak dijual, ibaratnya menjual sebuah barang dagangan misalnya dagangan berupa sayur yang dijual apabila sudah layu, ya gak ada yang mau beli. Selain itu, judul tersebut jangan terlalu panjang dan rumit” sebutnya.

Dia menambahkan sebelum menulis draft naskah hendaklah didahului dengan membuat kerangka isi tulisan terlebih dahulu yang dimulai dari butir-butir besar kemudian dipilih menjadi butir-butir kecil atau sub butir. Apabila kerangka isi tulisan tersebut sudah dibuat dengan baik maka kerangka proses penulisan tuliasan artikel dari awal hingga akhir akan jauh lebih mudah. (chn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *