Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Gelar Internasional Webinar

ENGLISH.UNKHAIR.AC.ID – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Khairun menggelar webinar international di Aula Mini Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pnedidikan Universitas Khairun. Webinar ini mengangkat materi dengan judul “International Webinar on Local Language Documentation”. Webinar ini membahas tentang pelestarian bahasa lokal daerah Maluku Utara yang hampir punah. Webinar ini menghadirkan dua narasumber dari Hawaii sebagai penyampai materi. Narasumber-narasumber yang mengisi materi tersebut ialah Gary Holton selaku dosen Linguistik dari Universitas Hawaii di Manoa dan Leah J. Pappas selaku mahasiswa program studi Linguistik dari Universitas Hawaii di Manoa. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP  Universitas Khairun Dr. Abdulrasyid Tolangara, S.Pd.,M.Si.

Dalam sambutan beliau menuturkan bahwa “Banyak bahasa lokal di Maluku Utara yang saat ini hampir punah karna penuturnya juga berkurang”. Kepunahan suatubahasa memang tak terjadi secara langsung, melainkan melalui proses yang panjang sebelumakhirnya dinyatakan punah, sebuah bahasa akan melalui tahapan mulai dari berpotensi terancam punah. Dr. Ali Ajam, S.Pd.,M.Pd selaku ketua panitia menuturkan tujuan dari terlaksananya webinar ini “kita bisa belajar dari bahasa local kita bahasa daerah kita termasuk disitukan ada bahasa makian dalam, karena itu masuk dibahasa austronesia, kemudian ada juga bahasa melayu ternate, bahasa maba, tobelo, galela, dansemua yang tercover dibahasa lokal maluku utara”. Selasa (23/ 11/ 2021)

Tujuan diadakan webinar ini yaitu untuk memberi literasi tentang bahasa lokal daerah yang hampir punah akibat kurangnya penutur asli daerah tersebut. Selain itu memberi kesadaran kepada para peserta yang menghadiri webinar secara langsung maupun virtual tentang penggunaan bahasa lokal yang harus dilestarikan karena itu akan menjadi identitas tersendiri bagi mereka. Gary Holton yang merupakan pemateri pertama pada webinar kali ini menyampaikan bahwa, penyebaran rumpun bahasa Austronesia diakibatkan tersebarnya orang-orang Austronesia yang berpindah-pindah dari Borneo hingga ke Halmahera sampai ke Hawaii. Hal ini juga mengakibatkan banyaknya bahasa di Maluku Utara.

“Kenapa banyak bahasa di Maluku  Utara? Ini karena penyebaran rumpun bahasa Austronesia yang terjadi sekitar 3.000 tahun yang lalu. Kita tahu bahwa orang Autronesia mulai berpindah-pindah dari Borneo ke Halmahera sampai ke Hawaii mulai 3.000 tahun yang lalu” jelas Gary dalam webinar itu  Pernyataan Gary diperjelas dengan ujaran dari Leah terkait dengan banyaknya bahasa yang ada di Indonesia. “Indonesia mempunyai 10% bahasa di dunia dengan total bahasa 700 bahasa. Itulah mengapa orang-orang dari negara lain datang dan meneliti bahasa di sana (Indonesia)” ujar Leah dalam webinar itu. Lalu di hubungkan dengan pernyataan selanjutnya, “di NTT terdapat banyak sekali bahasa, ada bahasa Austronesia dan bahasa Papua dan masih banyak yang belum di dokumentasi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.