Wakil Rektor III Unkhair Buka Kegiatan The 2nd International Conference On Teaching and Learning (ICTL)

Seminar Internasioanl tentang Pengajaran dan Pembelajaran ke 2 tahun 2019 “The 2nd International Conference On Teaching and Learning (ICTL)” secara resmi dibuka Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Syawal Abdul Ajid, SH, MH di Aula Nuku lantai 4 gedung rekorat Unkhair, Rabu (30/10/2019).

Kegiatan yang diselenggarakan Fakulatas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair dan akan berlangsung selama 2 hari tersebut mengusung tema “Toward Teaching and Learning in The Disruptive Digital Era”.

ICTL  ke 2 ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan pertukaran teknologi informasi dan riset penelitian dari para ahli dibidang kurikulum abad 21 serta teknologi dalam pendidikan pembelajaran yang terpusat pada mahasiswa serta siswa.

Dalam sambutannya, Warek III mewakili Rektor mengatakan Maluku Utara sebagai salah satu daerah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam melaksanakan proses pembelajaran di era digital ini. Apalagi menurutnya APK pendidikan di Maluku Utara baru mencapai 63%.

“APK kita di Maluku Utara baru 63% , jadi ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan termasuk perguruan tinggi di Maluku Utara untuk bisa meningkatkan SDM dengan memanfaatkan teknologi digital yang kita hadapi sekarang ini” tandasnya.

Oleh karena itu, kata mantan Dekan Fakultas Hukum ini untuk menghadapi dan beradaptasi dengan lingkungan teknologi maka SDM perlu ditingkatkan sehingga memiliki kemampuan dalam mengikuti perkembangannya. Di satu sisi, tekonologi juga sebagai alat untuk meningkatkan produktifitas SDM itu sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Warek III juga menyinggung sejarah terkait nama yang dipakai pada nama universitas tertua di Maluku Utara ini. Kata pria yang kerap disapa Ajid mejelaskan nama Universitas Khairun (Unkhair) diambil dari salah satu sultan Ternate yakni Sultan Khairun  yang berkuasa pada abad 14 masehi.

“Nama Unkhair diambil dari nama sultan Ternate yakni sultan Khairun, beliau wafat pada tahun 1574 yang dibunuh oleh seorang gubernur jendaral Belanda di benteng Kastela, lokasinya tidak jauh dari sini (rektorat)” sebut Ajid

Menurutnya, awal sejarah kolonialisme di Indonesia bermula dari kedatangan Magelhaens dari Spanyol masuk ke Tidore melalui Philipina pada tahun 1522. Sementara Portugal (Portugis) masuk ke Ternate dari Malaka pada tahun 1521, yang kemudain disusul Belanda. Oleh karena itu, Ternate sudah menjadi titik pertemuan lintas budaya di eropa karena menjadi incaran bangsa-bangsa eropa dalam hal ekonomi yakni rempah-rempah.

 “Itulah mengapa Ternate juga dikenal dengan pulau seribu benteng karena memiliki banyak benteng peningggalan dari para penjajah” tambahnya.

Diakhir sambutannya, Warek III berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan pendidikan dimasa yang akan datang.

“Semoga konferensi ini mampu membawa manfaat bagi pengembangan dunia pendidikan Unkhair khususnya maupun masyarakt Maluku Utara pada umumnya” tutup Warek III.

Dalam kegiatan ICTL ke 2 kali ini, panitia menghadirkan dua keynote speaker yakni Prof. Ryoko Tsuneyoshi, Ph.D dari The University of Tokyo, Japan dan Prof. Madya. Dr. Karim Harun dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Sementara dua invited speaker lainnya dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof. Didi Sukyadi, MA serta Arif Hidayat, M.Sc, Ph.D. Ed.

Selain itu, sebanyak 37 makalah akan dipresentasikan pada sesi paralel di hari kedua pelaksanaan. Dimana panitia membagi sesi paralel menjadi tiga bidang antara lain bidang eksakta, bidang sosial science dan bidang bahasa. Dalam sesi paralel ini hadir perwakilan  dari tiga universitas masing-masing dari Universitas Lampung, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yokyakarta serta Universitas Borneo, Tarakan dari Kalimantan Utara yang juga akan mempresentasikan makalahnya. (chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *