Bahasa Indonesia English
SEKILAS INFOPenarikan PPL II Tahap II T.A 2016-2017 Tanggal 29 April 2017 Yudisium Fakultas Wisuda Maret 2017 pada Selasa, 7 Pebruari 2017 Ujian Akhir Semester Ganjil 2016/2017 Tanggal 27 Desember 2016 - 4 Januari 2017

Country Ambassador, American Society for Microbiology (ASM) Beri Kuliah Tamu di FKIP Unkhair

Bookmark and Share
Jumat, 23 September 2016 - 09:30:15 WIB » Diposting oleh : Administrator » Hits : 2 » Fakultas

American Society for Microbiology (ASM) melalui Ambassador-nya di Indonesia, melakukan kegiatan workshop di tiga Universitas yang ada di Indonesia, salah satunya Universitas Khairun. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yakni dari tanggal 19-20 September 2016. Untuk tanggal 19 September 2016 kegiatan dipusatkan di lantai 4 gedung Rektorat kampus 2 Gambesi. Sementara untuk tanggal 20 September 2016 di laksanakan di Aula Mini Lantai 2 gedung FKIP kampus 1 Akehuda.

Kegiatan yang mendapat sambutan hangat dari pihak Universitas ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV bidang Kerjasama DR. Said Hasan M.Pd, diikuti sekita 60 peserta dari kalangan dosen, mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP, Prodi Kehutanan dan Peternakan Fakultas Pertanian, serta Fakultas Perikanan Universitas Khairun. Sedangkan tema yang diusung dalam kegiatan yaitu “Virtual Art in Science Communication” yang disampaikan langsung oleh Country Ambassador ASM di Indonesia, Dr. Diana E. Waturangi.

Dalam materinya, Dr. Diana memaparkan pentingnya peranan komunikasi dalam kehidupan. Seluruh makhluk hidup melakukan kegiatan komunikasi, termasuk bakteri. Menurutnya, untuk menyampaikan sesuatu, seseorang harus mengetahui 3 landasan dasar terlebih dahulu, yakni dengan “siapa” dia akan berbicara, kemudian “apa” yang akan disampaikan, dan “bagaimana” cara menyampaikannya. “Komunikasi sangat penting dipelajari agar seorang mahasiswa dapat mempresentasikan kompetensi yang dimilikinya kepada orang lain. Di segala aspek kehidupan, diperlukan komunikasi agar tujuan dapat tercapai dengan baik.” katanya.

 

 

Selain itu, Metode dan cara menyampaikan pesan (komunikasi) menurut Dr. Diana yang juga sebagai Dekan Fakultas Bioteknologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ini, dilakukan secara sederhana agar pesan tersebut dapat dipahami oleh kedua belah pihak. Dalam pemberian materinya, Dr. Diana lantas membagi peserta kegiatan menjadi beberapa kelompok, kemudian masing-masing kelompok mendiskusikan pesan apa yang akan disampaikan kepada orang lain.

Hasil diskusi tersebut dipresentasikan dan ditanggapi oleh kelompok lain. Kegiatan yang diikuti oleh peserta mahasiswa dari berbagai prodi diantaranya Prodi Pendidikan Biologi FKIP, Prodi Kehutanan dan Peternakan Fakultas Pertanian, serta Fakultas Perikanan Unkhair terlihat sangat antusias. Hal ini dibuktikan dengan peserta yang tampil terlihat mampu menampilkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri mereka, dan saling memberi tanggapan atas apa yang telah disampaikan.

Sementara itu, pada hari kedua, Dr. Diana juga memberikan kuliah umum khusus kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi ditempat yang sama Aula Mini Lantai 2 gedung FKIP Kampus I Akehuda. Materi yang disampaikan kali ini, merupakan hasil rangkuman dari beberapa penelitian terkini di bidang mikrobiologi, sehingga menjadi sangat menarik untuk diikuti. Dalam materinya tentang Human Microbiome dia menjelaskan, dari 100 triliyunan sel dalam tubuh manusia, kurang lebih hanya 10% saja yang merupakan sel manusia, selebihnya adalah sel mikrobiota. “Ternyata, didalam tubuh kita lebih banyak sel bakteri daripada sel manusia” katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, sel mikroba dalam tubuh manusia yang banyak tersebut, ada yang bersifat resident dan ada yang transient. Dimana menurutnya, bakteri yang bersifat resident itu temporer dan ada sejak kita lahir sedangkan bakteri transient hanya sementara. Dr. Diana juga menjelaskan, bakteri yang dimiliki oleh satu keluarga juga unik dan khas, berbeda dengan keluarga lainnya. Artinya, dalam satu keluarga, bakteri yang ada pada seorang anak, akan memiliki kemiripan dengan bakteri yang ada pada ibunya.

 

 

Hal menarik lainnya yang disampaikan adalah bahwa bakteri yang ada di usus, ternyata menjadi otak kedua (second brain) pada tubuh manusia. Menggeser paradigma berpikir kita selama ini bahwa perilaku seseorang atau makhluk hidup, hanya dikontrol oleh otak semata. Namun ternyata, bakteri yang ada di usus-pun, mampu memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang.

Semoga ilmu yang didapat melalui kegiatan ini, bermanfaat bagi pengembangan diri dan kompetensi mahasiswa Universitas Khairun, khususnya mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP. (Maju Bersama Ilmu)

Berita Lainnya


Kontak Admin
Online Support1Support1
Online Support2Support2
Statistik

412504

Pengunjung hari ini : 82
Total pengunjung : 100030
Hits hari ini : 201
Total Hits : 412504
Pengunjung Online : 4
Ip :
Browser :
Web Link